Sabtu, 31 Mei 2014

Throwback Momment Part 1

Aloha everybody!!

Its been a looooong time im not blogging, since i've been taking care of my final assignment (call it; skripsi). Allright, i wanna show you something very special, it called "Throwback Momment".

This is my first time work as volunteer, and… it was awesome! Search me at Twitter with #AN.
Indonesia Fashion Week is an annually program which held every year, since 2011. This year, IFW having such a serious theme; “The Biggest Fashion Movement”, “Go Green Campaign” featuring … into a new level. Cool right?!

Not only Indonesian Fashion Designer, IFW also bring some international designer; Said Mahrof from Morocco, and my favorite Steven Tach from Japan. From Indonesia itself, IFW brought lot of designer into this event. You can name it, fellas! 

As a socmed worker during this event, I have to be more attractive than before. For the biggest opportunity ever was ...... interviewed lotta designers!!! Gosh, i cant stop smiling hoho. One of designer is Lenny Agustin. For IFW this year, she brought Madura as a theme. The Karapan Sapi, Madura’s Batik, the man’s cloth, also their culture, with a girly thing of course. Lenny Agustin used a natural color also poly for her collection.


Minggu, 29 Desember 2013

Segregasi Sosial di Zaman Hindia Belanda

Tema menarik ku dapat dalam kuliah kerja lapangan akhir mei 2013 lalu;
"Kota Sebagai Cermin Dimensi Sosial, Berupa Segregasi Masyarakat Kolonial Secara Rasial".

Menarik, karena tidak hanya membahas masalah sosial, sejarahnya juga tata kota nya. Orang-orang Belanda ini membuat peraturan tentang batasan-batasan tempat tinggal.

Berawal dari kebijakan tentang otonomi daerah tertua di nusantara, Decentralisatie Wet pada tahun 1903. Program desentralisasi ini diterapkan di berbagai kota besar di Nusantara. Ku khususkan tulisan ini pada Surabaya. Ya, kota yang kemarin ku kunjungi dan ku kelilingi. Butuh 1 hari saja untuk jatuh cinta dengan kota di ujung timur pulau Jawa ini.

Tepat pada tahun 1906, program desentralisasi diterapkan di Surabaya dan memperoleh ketetapan sebagai Gemeente yang berarti kota praja. Hal ini membuat Surabaya menjadi kota yang mandiri, mengelola pemasukan dan pengeluarannya sendiri. Sebagai daerah yang sudah otonom, timbullah berbagai macam masalah di internal pemerintah. Masalah keuangan, mendera selama kebijakan ini berlaku.

Good picture from tiny, talented kiddo.

Lagi bongkar-bongkar lemari nemu setumpuk dokumen lama dan printilan-printilan zaman baheula yang masih gue simpen rapih. Ada salah satu yang menggelitik, amplop warna pink berisi 5 buah postcard warna-warni. Seinget gue ini nabil yang dapetin waktu SD. Kebetulan dia ikut lomba menggambar, pulang-pulang bawa beginian.

So, usut punya usut postcard bergambar ini berasal dari The 5th International Environmental Children's Drawing Contest Award For Participating. Dan kalo gak salah sd gue juga mengirim beberapa karya murid-muridnya untuk ngikutin kontes diatas.